Pengalaman Pertama Membawa Anak 1 Tahun Naik Pesawat (Berdua Aja)


Sebagai orang tua baru tentu banyak hal yang akan di alami dan salah satu pengalaman saya sebagai orang tua baru adalah pengalaman pertama membawa anak 1 tahun naik pesawat dan berdua aja. “What?? Kenapa harus sampai ditulis dijadikan blog sih pengalaman gini aja?” karena menurut saya sharing tentang hal-hal remeh seperti ini kadang kala bisa berguna bagi orang lain dan memiliki dampak besar dalam hidup orang lain. Yuk baca sampai habis pengalaman pengalaman pertama saya membawa anak 1 tahun naik pesawat berdua aja dan apa saja yang harus di lakukan untuk mengurangi drama saat di atas pesawat.


sumber: https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 14 320 2018078 

Awal bulan Februari 2019 saya memberanikan diri melakukan flight bersama Kinza. Kami melakukan flight berdua dari Pontianak menuju Jakarta. Beberapa hari sebelum terbang hati saya sungguh gundah gulana. Segala macam simulasi saya lakukan di kepala saya demi mengusir ketakutan dan kegugupan yang melanda. Semua simulasi beberapa hari sebelum berangkat ini entah kenapa malah membuat saya lebih gugup lagi. Akhirnya saya memutuskan bertanya pada teman-teman via instagram untuk mengurangi rasa gugup saya. “Sebenarnya apa sih yang harus saya persiapkan untuk berpergian menggunakan pesawat berdua saja dengan anak 1 tahunan?” nanti kita tulis di bawah ya saran teman-teman yang saya aplikasikan ke Kinza dan ngefek atau tidak nya ke Kinza.
Teman-teman tahu kan apa yang akhir-akhir ini membuat beberapa orang agak takut naik pesawat? Yup... tahun lalu tepat nya bulan Oktober 2018 terjadi tragedi jatuhnya pesawat yang bikin hati kita sama-sama pilu. Kejadian nya memang udah beberapa bulan yang lalu dan penerbangan ini bukan penerbangan pertama saya dan Kinza tapi tragedi ini ternyata membuat sedikit trauma di kepala saya. Serius...baru kali ini saya takutnya ya...takuuut banget mau naik pesawat. Life must go on babe...Kinza harus ketemu papa nya walau sebulan sekali demi melengkapi peran ayah dihidupnya (ini prinsip saya aja sih hehe) dan akhirnya saya tetap memutuskan berangkat aja... tawakal sama Allah...berdoa yang banyak dan tetap tenang biar anak tenang.
Setahun sebelumnya,kira-kira akhir Januari 2018 kami juga pernah melakukan flight berdua, tapi....saat penerbangan pertama saya dan kinza tidak di  izinkan melakukan flight berdua saja. Orang tua saya terlalu takut melepas kami hanya berdua saja, akhirnya kami dititipi pada tante saya yang kebetulan akan ke jakarta juga. Saat itu kinza baru berumur 4 bulan dan saya tidak tahu apa pun tentang “cara membawa anak menggunakan pesawat” dan saya tidak mencari tahu lebih dalam. Walau sebelumnya teman-teman saya sudah mewanti-wanti untuk membuat anak lapar agar saat di atas pesawat anak banyak nyusu ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Sepanjang flight kinza nangis dan membuat heboh satu pesawat dan saya sudah pucat pasi bergantian menggendong kinza dengan tante saya. Saya panik dan bolak balik menyusui kinza, menggendong kinza sambil berdiri di lorong sampai akhirnya saya tahu bahwa udara di kabin pesawat terlalu dingin.
Beberapa bulan setelahnya saya melakukan flight kedua bersama kinza dan kami ditemani tante saya yang lain. Kami melakukan flight dari jakarta ke Pontianak. Belajar dari pengalaman sebelumnya kali ini saya memakaikan pakaian agak tebal untuk kinza. Alhamdulillah walau sempat delay dan satu kali turun dari pesawat karena ternyata ada kerusakan pesawat kami akhirnya melakukan penerbangan dan lancar. Saat turun kembali dari pesawat kinza ternyata mau buang air besar,setelah kinza buang air besar tiba-tiba kami dipanggil kembali untuk naik ke atas pesawat. Sepuluh menit pertama kinza masih bermain-main dengan saya setelah nya dia tidur nyenyak sambil saya susui dan bangun kembali setelah sampai di bandara tujuan.
Bagaimana dengan flight saat kinza sudah satu tahun? Kenapa saya kembali khawatir? Saat melakukan flight sebelumnya tentu teman-teman sudah tahu bahwa rata-rata bayi dibawah umur 1 tahun banyak yang belum pandai berjalan, kinza saat itu berumur kira-kira 10 bulan dan ia belum pandai berjalan jadi saya tidak terlalu khawatir sedangkan sekarang kinza sudah berlari, yang saya takutkan adalah dia meminta turun dan berlarian di kabin pesawat. Mulai seminggu sebelum naik pesawat saya mulai mengaplikasikan tips dari teman saya.
1.     Sounding, saya melakukan sounding selama seminggu penuh saat kinza makan,mau tidur, saat bermain. Saya mengenalkan pesawat kepada kinza seperti ini “ini loh nak nama nya pesawat....pesawat itu terbang dilangit syuuuhhh...(sambil di praktekin) nanti hari...kinza mau naik pesawat...mau ketempat papa...kalau di pesawat itu duduknya disini (nunjuk gambar) nanti kinza duduk dipangku mama kan? Ndak boleh jalan-jalan kalau di dalam pesawat...yang boleh jalan cuma tante pramugari...kecuali kita mau pipis ke wc”. Panjang ya? Iya... itu cara saya sih...menyesuaikan dengan anak saya yang sudah mulai mengenal kendaraan-kendaraan dari buku.
2.     Cemilan dan Susu (ASI), sebelum flight saya menyiapkan beberapa biskuit dan air mineral pada penerbangan dari Pontianak menuju jakarta Kinza tidur nyenyak dan tidak sempat ngemil, mungkin karena flight yang diambil pagi dan pada jam-jam ia tidur jadi kinza tidur sambil menyusu sepanjang penerbangan. Saat penerbangan kedua karena saya harus mengambil flight sore dan akhirnya delay dan mungkin faktor kecapekan juga, kinza mengamuk diatas pesawat dan akhirnya saya berikan roti setelah beberapa menit setelah ngemil baru dia meminta susu ke saya dan setelah itu tidur, bangun kembali saat sudah sampai di bandara supadio.
3.     Mainan, entah mengapa saya merasa mainan ini tidak berpengaruh untu anak saya, di dua penerbangan yang saya lakukan mainan nya malah di lempar atau di simpan di pinggir kursi T,T (plis jangan ditiru ya dedek2 bayi)
4.     Usahakan flight pagi, mengingat seringnya delay saat sore hari saya menyarankan memilih flight pagi untuk mengurangi drama saat penerbangan.
5.     Saat delay tetap hibur anak dan bagi ibu harus tetap berfikir positif.
6.     Ibu harus tidur cukup untuk menjaga mood selama perjalanan.
7.     berdoa dan tawakal
bagaimana teman-teman? Sudah dapat jawaban apakah pengalaman pertama saya membawa anak 1 tahun naik pesawat ini berhasil atau tidak?
Yup...pada penerbangan pertama saya dengan kinza naik pesawat alhamdulillah berhasil dan tidak ada drama...mungkin karena saya mengambil flight pagi dan tidak delay juga...pada flight kedua saya dan kinza sudah capek duluan karena kami turun dari rumah jam dua siang, jam 4 sudah check in tapi sayangnya pesawat delay dari yang seharusnya berangkat jam 6 sore tapi kami malah berangkat kira-kira  jam 7 lewat. Selama delay saya hanya menggendong kinza berputar-putar di ruang tunggu sambil bernyanyi dan bercerita, kenapa gak duduk? Karena beberapa kali kinza mau di gendong orang gak dikenal...dan bagi saya lebih baik saya yang capek daripada anak saya hilang. Semoga lain kali saya ada kesempatan untuk nulis tentang pengalaman dan bisa memberikan tips untuk membawa bayi di kota besar ya.
Kinza setelah bertemu Papa 
Sumber: dokumentasi pribadi

Yups sekian sharing saya tentang pengalaman pertama membawa anak 1 tahun naik pesawat(berdua aja) untuk menambah semangat saya teman-teman bisa memberikan like dan komen di blog saya dan jika bermanfaat bisa di sharing ke teman-teman yang lain. Salam emak-emak

Comments

Popular Posts